Jumat, 27 Juni 2014

Salam Ramadhan 1435 H

Keputusan Pemerintah Menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Minggu, 29 Juni 2014. Oleh karenanya, kami menghaturkan selamat menjalani Ibadah Puasa Ramadhan bagi saudara-saudari muslim dan muslimat. Semoga segala amal baik dan ibadah kita diterima Allah SWT dan menjadikan kita manusia yang bertaqwa. Aamiin. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan dan khilaf kami. Barakallaah Fikum.

Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita senantiasa dilimpahkan berkah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan

Gambar diambil dari: http://4hdwallpapers.com/
Silakan klik tautan berikut untuk jadwal Imsakiyah wilayah Yogyakarta dan sekitarnya: http://yogyakarta.kemenag.go.id/file/file/BAPInfo/ifqw1403580440.pdf

Rabu, 25 Juni 2014

Gelanggang Pemuda (GOR Klebengan)

Sebagaimana yang pernah dinyatakan, blog ini dikelola oleh UPT Pengelolaan Stadion Maguwoharjo yang merupakan bagian dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkab Sleman. Meskipun bertajuk Pengelolaan Stadion Maguwoharjo, namun sesungguhnya wilayah kerja UPT tidak hanya melulu pada persoalan stadion yang juga dikenal dengan nama internasional Maguwoharjo International Stadium (MAGIS) tersebut. Beberapa sarana olahraga lain di wilayah Kabupaten Sleman juga menjadi tanggung jawab UPT Pengelolaan Stadion Maguwoharjo dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan. Sarana-sarana olahraga yang tersebut adalah: GOR Tridadi, dan Lapangan Tenis milik Pemkab Sleman.






Kemudian terhitung per 1 April 2014 lalu, bertambah satu sarana olahraga baru yang dikelola oleh UPT yaitu Gelanggang Pemuda yang juga dikenal dengan sebutan GOR Klebengan. Gelanggang Pemuda ini terletak di sebelah utara pas kampus UNY dan tak jauh dari kampus UGM, tepatnya di kampung Klebengan, Caturtunggal, Depok, Sleman, lokasi yang sangat strategis. Beberapa sarana olahraga lain di Gelanggang Pemuda ini, misalnya lapangan luar ruang (outdoor), lapangan dalam ruang (indoor), studio tari, studio musik, dan Fitriyani Climbing Arena (dinding panjat).










 







Beragam event baik event olahraga ataupun non-olahraga bisa dilakukan dengan memanfaatkan sarana-sarana olahraga yang tersedia di Gelanggang Pemuda (GOR Klebengan) ini.














Silahkan langsung datang ke kantor sekretariat Gelanggang Pemuda GOR Klebengan jika saudara-saudara berminat memanfaatkan sarana-sarana olahraga ataupun non-olahraga yang tersedia di Gelanggang Pemuda GOR Klebengan tersebut.



Senin, 02 Juni 2014

Pemeliharaan dan Perawatan Kebersihan Maguwoharjo International Stadium (MAGIS)

Pernahkah saudara-saudara membayangkan bagaimana memelihara dan merawat salah satu aset kebanggaan Pemkab Sleman ini? Pernahkah membayangkan siapa-siapa yang merawat rumput lapangan bola yang bertaraf internasional tersebut? Siapa yang menjaga kebersihan lingkungan kompleks stadion yang relatif luas ini? Terlebih selepas laga pertandingan yang menarik banyak penonton. Siapa yang membersihkan sampah di seluruh penjuru kompleks stadion?







Pemeliharaan dan perawatan bagi sebagian besar orang justru merupakan hal yang tak mudah, sampai-sampai kita mengenal ujaran "merawat dan menjaga itu jauh lebih sulit daripada membangun". Meskipun bukan berarti kemudian kita menyepelekan proses pembangunan, bukan itu maksudnya. Membangun, jelas juga bukan hal yang mudah dan bisa kita sepelekan, namun ternyata setelah selesai membangun, ada hal yang tak kalah sulitnya yaitu memelihara dan menjaga agar apa yang kita bangun tersebut mampu bertahan. Demikian juga dalam persoalan menjaga kebersihan. Tak semua orang selalu mau membereskan sampah atau kotoran yang berantakan, apalagi jika jumlahnya banyak.

UPT Stadion Maguwoharjo sebagai bagian dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkab Sleman menyadari sepenuhnya hal tersebut. Kebersihan, pemeliharaan bangunan dan terutama lapangan sepakbola sangatlah vital sebagai bagian dari Maguwoharjo International Stadium (MAGIS). Perawatan dan pemeliharaan kompleks stadion secara khusus ditangani oleh beberapa petugas lapangan yang tergabung dalam bagian kebersihan dan pemeliharaan.







Pak Riyanto (52thn), asal Kricak, Tegalrejo adalah koordinator lapangan untuk pemeliharaan dan perawatan kebersihan kompleks stadion. Bekerja di kompleks stadion sejak masa pembangaunan (2003) hingga saat ini. Sebagai koordinator petugas lapangan beliau memimpin 23 orang pekerja yang dibagi sebagai berikut; 5 orang bertugas mengurusi pemeliharaan dan perawatan rumput lapangan, 7 orang bertugas mengurusi pemeliharaan taman di sekitar kompleks stadion, 2 orang bertugas di bagian ME (mechanical and engineering), dan 9 orang bertugas untuk kebersihan kompleks stadion.



Sementara untuk rutinitas yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan dan perawatan kebersihan stadion itu sendiri adalah; perawatan rutin rumput lapangan sepakbola dilakukan 2 minggu sekali. Perawatan rutin ini bervariasi sesuai kebutuhan, memotong total rumput lapangan dan memberi pupuk yang biasanya memakan waktu sekitar 2 hari pengerjaan, dan memotong pola rumput (biasanya dilakukan menjelang pertandingan-pertandingan) yang memakan waktu sekitar 1 hari pengerjaan. Selain itu, secara khusus perawatan dan pemeliharaan rumput lapangan yang disesuaikan kebutuhan, dengan melihat dan mempertimbangkan kondisi lapangan sepakbola.




Meskipun ada petugas-petugas khusus yang melakukan perawatan dan pemeliharaan kebersihan stadion, ada baiknya kita semua menyadari bahwa kewajiban menjaga kebersihan lingkungan, dalam hal ini adalah kompleks stadion seyogyanya juga menjadi beban tanggungjawab kita bersama. Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah tidak meninggalkan/membuang sampah sembarangan di kompleks stadion. Misalnya pada saat menyaksikan laga pertandingan sepakbola, ada baiknya kita membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, atau setidaknya berusaha seminimal mungkin meninggalkan sampah di stadion. Dengan demikian kebersihan Maguwoharjo International Stadium (MAGIS) sebagai stadion kebanggaan kita dapat terjaga... Yuk, kita jaga bersama kebersihan stadion....

Sabtu, 31 Mei 2014

Stop Kekerasan...

Insiden ini sudah agak lama, namun sepertinya perbincangan mengenai topik ini tak bisa dianggap basi dan bahkan harus selalu diperbincangkan dan dicari akar permasalahannya agar segera bisa ditemukan solusinya. 

Pada tanggal 29 April 2014 lalu, terjadi kerusuhan antar suporter dalam pertandingan antara PSS Sleman vs PSIM Jogja. Stadion mengalami kerusakan yang cukup parah. Kalkulasi kerugian akibat insiden kerusuhan antar suporter ini menghasilkan angka kurang lebih 17 juta rupiah. Angka tersebut adalah nilai kerugian yang diderita oleh UPT Stadion Maguwoharjo sebagai akibat adanya insiden kekerasan antar suporter kedua klab sepakbola tersebut.








Kekerasan, entah mengapa selalu mudah terjadi dalam dunia olahraga, khususnya di tanah air. Baik kekerasan yang terjadi di dalam lapangan ataupun kekerasan yang terjadi di luar lapangan pertandingan. Kekerasan sepertinya mudah terjadi terutama dalam cabang-cabang olahraga yang membuat masing-masing pesertanya harus bersentuhan secara fisik, seperti misalnya sepakbola. Tak jarang kita dengar beberapa insiden kekerasan yang terjadi baik di dalam arena pertandingan ataupun di luar arena pertandingan. Kekerasan, seolah menjadi satu-satunya jalan dalam menyelesaikan masalah. Seperti itulah nampaknya yang terjadi dalam insiden 29 April 2014 lalu.

Kekerasan ini biasanya dilampiaskan dengan jalan bentrok dengan pihak lain, semisal dengan suporter lawan, atau (ini yang paling sering) dilampiaskan dengan cara merusak benda atau barang yang dianggap milik lawan. Hal terakhir inilah yang sepertinya terjadi dalam insiden 29 April 2014 tersebut. Stadion dirusak karena dianggap sebagai milik dari tim lawan. Logika yang kemudian digunakan adalah, dengan merusak milik lawan maka kemarahan, kekecewaan, atau apapun itu akan mendapatkan saluran yang tepat.







Padahal sebenarnya Maguwoharjo International Stadium (MAGIS) ini bukanlah milik klab sepakbola tertentu. Stadion ini merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sleman yang dikelola oleh UPT Stadion Maguwoharjo sebagai bagian dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kabupaten Sleman. Ini yang nampaknya tidak dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Bahwa MAGIS menjadi homebase atau markas klab sepakbola tertentu adalah benar, namun jika kemudian dinyatakan bahwa stadion dimiliki oleh klab sepakbola tertentu adalah hal yang keliru.

Karenanya melampiaskan kekecewaan, kemarahan, ataupun energi negatif sejenis lainnya pada stadion/fasilitas olahraga di sekitar stadion bukanlah hal yang tepat. Sekali lagi karena sesungguhnya stadion ini bukan milik klab sepakbola tertentu.




 
Karenanya, belajar dari pengalaman yang sudah ada, kekerasan sesungguhnya tidak akan pernah dengan baik menyelesaikan masalah. Olahraga mengajarkan sportivitas pada pelakunya, atau pada jejaring yang lebih luas juga pada para penonton atau suporter-nya. Apalagi cabang olahraga sepakbola mengenalkan konsep fair play yang seharunya kita junjung tinggi. Mari kita selalu semangat, bersikap positif, dan hentikan kekerasan, baik di arena pertandingan ataupun di luar arena pertandingan... 

Salam dari Maguwoharjo International Stadium (MAGIS)